Showing posts with label sketsa. Show all posts
Showing posts with label sketsa. Show all posts

Sunday, July 19, 2020

Life and Us




Few years later after the last post,
here we are living in a new normal 
trying to avoid the worst.

How are you?
I hope this post finds you well.

Saturday, April 14, 2018

Bali Rural Commune


*** This is another late post. It was in October 2016. Information mention below can be different from today’ experience.


We visited Bali Rural Commune as a part of journey on cruise-ship. The cruise itself was a two weeks Australian Coast & Bali Cruise with Celebrity Solstice

We were in Bali Sea early morning around 7 am, but because it was a tender port, it took sometimes for us to be inside the bus at the port.The tour we booked on board was called Balinese Culinary Experience shore excursion with price USD 129.00 per person for 1 day excursion. 

At this port, all passenger had to be board the least 4.45 pm. We arrived back from our tour around 3.30 pm. Some of us could do shopping first at the port before back on board. 


Thursday, April 27, 2017

Kepada Bulan



kepada bulan
ku bercerita

tentang rasa yang tak menghilang
tentang asa yang menyelimuti
tentang ingin yang mendalam

kepada bulan
ku berandai

*Sketsahati
Dublin, 27.04.17

Friday, October 09, 2015

usia bukan halangan


di mana ada kemauan
di situ ada jalan
.
where there is a will
there is a way
.
katanya
:D

Tuesday, July 21, 2015

Senyum senyum itu

ketika mengetahui
ada yang ingin meng'urus' sketsahati ku
dengan mencoba untuk masuk lewat pintu ini
http://www.sketsahati.com/wp-admin/admin-ajax.php

hehe... apa yang kau cari mas, mbak?
adakah yang menyakiti mengusik menggelitik mu
sketsa yang tertulis sang hati di sini?
hingga ingin mu mengutak atik rumah ku

kirimlah email ke alamatku
di elsa at sketsahati dot com
berlindung dengan nama tidak asli pun tak mengapa
asalkan terlepas semua gundah yang gulana

;)

Monday, June 01, 2015

adaptasi





kita, manusia,
lahir karena adanya manusia lain
bertumbuh berkembang
menjadi sebuah diri, yang punya jati, punya kesendirian

kesendirian dan manusia lain,
memunculkan sebuah kata
adaptasi
bersosialisasi

kesendirian bergabung dengan kesendirian yang lain

Wednesday, May 06, 2015

till we meet again



One corner of Beukenhof Crematory
The beautiful surrounding scenery gives you mixed feelings.

(on her funeral day  01-05-2015)

Featured Post

Sebuah Dialog Diam

Kereta bergerak menyusuri alur, mendendangkan irama perjalanan. Gelap di luar memperjelas pantulan wajah di kaca. Ada aku dan dia, sang b...