Showing posts with label dublin. Show all posts
Showing posts with label dublin. Show all posts

Tuesday, March 01, 2016

Lembaran Lama dan Baru

“Aku tahu cerita tentang dia,” ujar seorang teman dengan wajah serius.

Hmm… pasti bukan cerita yang mudah disampaikan.

“Dia korupsi,” sambungnya singkat.

Sepertinya, temanku ini ingin mengeluarkan segala apa yang diketahuinya.
Lalu, ceritanya panjang, teratur, berisi latar belakang kenapa dan mengapa.

“Oh gitu...”

Wednesday, August 05, 2015

pada suatu senja



menikmati sepotong roti dan minuman dingin
di tepi sungai Liffey
kadang kami lakukan di musim panas
ketika matahari membagi sinarnya hingga malam
dan tak ada angin atau hujan menghadang

sungai beriak tak kentara, berbeda dengan
gerak langkah pekerja bergegas pulang
atau pecinta raga berlari sehat berpeluh keringat
pun, remaja berkelompok di ujung jalan
bercengkerama diiringi musik berdentang keras
malah, terlalu keras

"lihat itu, security datang mengusir."
aku mengangguk.
"iya.  besok mereka berkumpul lagi."
...

pada suatu senja
di tepi sungai Liffey

Dublin, 03.08.15

Friday, June 26, 2015

Lupis Plastik

 

Beneran loh, saya buatnya pake plastik. Plastiknya untuk membungkus, bukan untuk adonan. Karena kalau mbungkusinya dengan daun pisang, sakitnya tuh di dompet! *doh*
2 euro untuk 3 lembar daun pisang. hiks.
Berbahagialah kalian yang mudah dan murah mendapatkan daun pisang.

Untuk resep, silakan ikuti di blog Wenny Kitchen ya.
Bedanya sih, ukuran lupis saya jauh lebih besar. Karena eh karena, ternyata nyari kantong plastik yang tebal belum ketemu. Jadi saya menggunakan kantong plastik untuk sandwich ukuran besar, yang panjangnya 30 cm. Bahannya tipis sajah. Plastik yang ukuran tebal, ada sih. Tapi ya itu, tidak cukup panjang untuk membungkus lupis. *pfh*
Melipat lupis dengan plastik yang tipis, mesti sabaaar banget. Sering gagal lipat. Oleh karena itu, daripada tabungan sabar habis, ya sudahlah, ukuran diperbesar saja. Lebih besar, lebih cepat habis ketan yang mesti dibungkus.

Perjuangan banget bikinnya tapi habisnya cefat sekaliii ... #eh ini juga kalau ketemu yang mau ngabisi tentunya. :D


Featured Post

Sebuah Dialog Diam

Kereta bergerak menyusuri alur, mendendangkan irama perjalanan. Gelap di luar memperjelas pantulan wajah di kaca. Ada aku dan dia, sang b...